Rembulanku
Ketika senjaku mulai datang
Dan ketika aku menjemput kegelapan
Aku mencoba terdiam
Karna aku tahu aku sudah tak mampu berjalan
Menembus pekatnya malam
Hingga Akhirnya kau datang diujung sepi
Membawa satu cahaya tuk menemani
Tapi aku masih meragu tuk melangkah lagi
Mungkin cahaya itu belum sanggup mengangkat kakiku
yang masih terbelenggu cahaya mentari
Yang tlah menghangatkanku dan menyinari
Walaupun akhirnya sinar itu menyengatku di tengah hari
Aku menatap sosokmu
Walaupun sinarmu tak sterang mentari yang lalu
Tapi kau terus meyakinkanku
Jika cahayamu mampu menuntunku
Menuju peraduan yang syahdu
Kini aku sadar kau lebih indah dari sang mentari
Dan kau lebih hangat dari sinarnya siang hari
Karena cinta lah yang kau beri
Aku pun yakin karna sinarmu tak pernah menyngatku di tengah hari
Dan engkau slalu menghadirkan ribuan bintang tuk menghiasi
Terima Kasih sayang
Karna kau lah menjadi REMBULAN KU
Di malam ini….
4 Februari 2013 @tangerang
Dimalam itu aku tak dapat untuk memejamkan mata hanya terpagut duduk dan mulai memandang rembulan yang terang dan begitu indah. Saat itulah terbesit kata-kata itu meluncur deras dalam benakku merangkai menjadi bait-bait bermakna. Walau hanya kata-kata sederhana tapi itu semua adalah gambaran rasa, hati dan jiwa.
Aku mengakui aku adalah malam gelap yang saat ini membutuhkan cahaya untuk meneranginya... dan kamu lah harapanku kini yang kan menjadi sosok rembulan di malamku yang akan selalu menerangi dan menunjukan jalan menuju cahaya yang lebih terang.
Dan tetap menemani aku hingga cahaya yang terang itu hadir di pagi hari ...
Puisi ini juga sebelumnya sudah aku publikasikan di SINI
